Tuntutlah Ilmu Ke Negeri Cina

Tuntutlah Ilmu Ke Negeri Cina

Catatan kecil : Andy Tirta

Dulu, negeri Cina juga miskin. Jumlah penduduknya banyak. Separuh lebih penduduknya hidup miskin. Tetapi, dengan nasionalisme yang tinggi, dengan kebudayaannya yang tinggi, bangsa Cina ber-mindset maju. Bangsa Cina sangat mencintai negerinya. Mereka bersatu padu membangun negeri. Mereka isolasi diri dari dunia luar. Mereka sadar mereka belum kuat hadapi dunia luar. Mereka musti memperkuat diri dulu sebelum buka diri bergaul dengan bangsa-bangsa di dunia.
Bagai para Rahib Biara Shao Lin yang menutup diri untuk berlatih diri dengan sekuat tenaga. Setelah kuat dan menguasai kungfu barulah boleh turun gunung.

Seluruh rakyat berjuang, bekerja keras membangun negerinya. Semua komponen bangsa berkorban, bekerja keras untuk negaranya. Mereka ikhlas dan rela hidup sederhana demi membangun negaranya.

Sebelum maju seperti sekarang ini, di negeri Cina dulu, para pejabat, para elite politik, para birokrat hidupnya sangat sederhana. Banyak yang hanya bersepeda.
Bahkan dulu seorang kawanku yg sering berlibur dan berbisnis ke Cina bilang dia pernah makan bareng di restoran dengan seorang dokter senior yang bekerja di sebuah rumah sakit di Cina. Dokter itu naik sepeda. Saat selesai makan, dokter itu membungkus sisa-sisa makanan yang tak habis dimakan untuk dibawa pulang. Tanpa rasa sungkan dan malu.

Mereka mengutamakan membangun negaranya. Mereka rela hidup sederhana bahkan miskin. Nasionalisme mereka sangat tinggi.

Setelah mereka sukses membangun negerinya, setelah Negara mereka kuat dan kokoh mereka baru membuka diri dari dunia luar.
Dan sekarang, Cina menguasai pasar dunia dengan aneka jenis produk-produknya.

Dan, kini, Cina telah menguasai teknologi dan sains tak kalah dengan Amerika dan Rusia.

Itulah hebatnya bangsa Cina.

Adalah sangat bijaksana ketika ada pernyataan yang menyuruh kita belajar sampai ke negeri Cina.