Di Era Jokowi PT Berdikari Meubel Nusantara BUMN Pertama Yang Menanamkan Nilai-nilai Pancasila

Di Era Jokowi PT Berdikari Meubel Nusantara BUMN Pertama Yang Menanamkan Nilai-nilai Pancasila
Foto : KP Norman tengah memberikan edukasi & wejangan tentang nilai-nilai luhur Pancasila
Di Era Jokowi PT Berdikari Meubel Nusantara BUMN Pertama Yang Menanamkan Nilai-nilai Pancasila

Belakangan ini kita tahu bahwa paham radikalisme sudah merangsek masuk ke hampir seluruh bidang : sekolah, perguruan tinggi, bahkan tidak menutup kemungkinan juga telah masuk hingga perusahaan-perusahaan plat merah. 

Paham radikalisme yang sangat bertentangan dengan falsafah hidup dan ideologi bangsa yakni Pancasila, selayaknya tidak boleh dibiarkan bebas bernafas di Bumi Nusantara ini.

Oleh karena itu, KP Norman, Komisaris group BUMN PT Berdikari Meubel Nusantara berinisiatif mengadakan penanaman nilai-nilai luhur Pancasila kepada seluruh staf, karyawan dan jajarannya. Penanaman nilai-nilai Pancasila memang urgen dilakukan demi untuk menciptakan manusia-manusia Indonesia yang berjiwa Pancasilais, mencintai NKRI dan bersemboyan Bhinneka Tunggal Ika.

*KP Norman Hadinegoro S,E M.M* sebagai Komisaris  PT. Berdikari Meubel Nusantara bersama Direktur Utama *Dwi Wahyu Apriyanto* memberikan pemahaman pengamalan nilai nilai Pancasila dan pencegahan paham radikalisme di lingkungan kerja BUMN (PT. Berdikari Meubel Nusantara) kepada seluruh staf dan karyawan mulai dari manajer, ketua divisi dan jajaran serta karyawan PT. Berdikari Meubel Nusantara.

KP. Norman mendukung penuh pencegahan terhadap aksi terorisme dan paham-paham anti Pancasila.

KP Norman akan menepis paham-paham radikalisme agar tidak masuk di lingkungan kerja BUMN terutama di PT. Berdikari Meubel Nusantara.

"Kami terus melakukan wejangan dan edukasi rutin pemahaman  nilai-nilai luhur Pancasila sebagai pondasi negara, Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa, yang kita cintai kepada seluruh staf dan karyawan." ujar  Komisaris PT Berdikari Meubel Nusantara, KP Norman dengan semangat di sela-sela kesibukannya mengelola perusahaan BUMN maupun sebagai Dewan Pembina Perkumpulan Barisan Pencinta Pancasila (SANTALA).